Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Ada dua sebab seseorang membatalkan puasa Ramadan:

1. Sengaja membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan syariat

Sengaja membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan syariat merupakan dosa besar. Hukum bagi orang yang sengaja membatalkan puasa adalah wajib mengqadha (mengganti) puasa yang ditinggalkan dan membayar kafarat.

Rasulullah (saw) bersabda:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ رُخْصَةٍ وَلَا مَرَضٍ لَمْ يَقْضِ عَنْهُ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ وَإِنْ صَامَهُ

“Barang siapa yang berbuka walau satu hari pada bulan Ramadan bukan karena sakit atau ada rukhshah (keringanan), maka puasanya tidak dapat diqada meskipun dia berpuasa setahun penuh”. [1]

Jadi jika seseorang sengaja membatalkan puasa Ramadan tanpa alasan yang sah, maka ia telah melakukan dosa besar. Meskipun ia berusaha mengganti puasanya dengan berpuasa terus-menerus selama setahun penuh, hal itu tidak akan sebanding dengan keutamaan satu hari puasa Ramadan.

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah mengatakan; seorang lelaki menemui Nabi (saw) dan berkata; ‘celaka aku!’ Nabi bertanya: “ada apa dengan kamu?” jawabnya; ‘Aku menggauli isteriku di bulan ramadhan.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Apakah engkau mempunyai seorang budak yang bisa kau bebaskan?” ‘tidak’ jawabnya. Nabi bertanya lagi: “Apakah kamu bisa berpuasa selama dua bulan berturut-turut?” ‘Tidak’ Jawabnya. Nabi bertanya lagi: “mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” ‘tidak’ jawabnya. Kemudian Nabi (saw) diberi segantang kurma dan bersabda: “Ambilah kurma ini dan bersedekah dengannya!” ia menjawab; ‘Apakah kepada orang yang lebih fakir daripada saya? Sungguh diantara dua gunung ini tidak ada orang yang lebih fakir daripada aku!” maka Nabi bersabda: “Ambillah dan berilah makan keluargamu dengannya!” [2]

Kafarat/hukuman bagi orang yang membatalkan puasa dengan berhubungan suami istri di siang hari Ramadan adalah:

  1. Membebaskan seorang budak.

  2. Jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut.

  3. Jika tidak mampu juga, memberi makan 60 orang miskin.

2. Sengaja membatalkan puasa dengan alasan yang dibenarkan syariat

Sengaja membatalkan puasa dengan alasan yang dibenarkan syariat. Hukum bagi orang yang sengaja membatalkan puasa adalah wajib mengqadha (mengganti) puasa yang ditinggalkan.

Ada beberapa kondisi di mana seseorang diperbolehkan membatalkan puasa, misalnya:

  1. Sakit yang menjadikan tubuh menjadi lemah. (Al-Quran surat Al-Baqarah [2]: 185)

  2. Dalam perjalanan jauh (musafir). (Al-Quran surat Al-Baqarah [2]: 185)

  3. Wanita hamil atau menyusui jika khawatir akan kesehatan diri atau bayi. [3]

  4. Orang tua renta yang tidak kuat berpuasa. (Al-Quran surat Al-Baqarah [2]: 185)

  5. Sedang berperang. [4]

Catatan Kaki