Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Di bulan suci ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Salah satu aspek penting yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga dan meningkatkan akhlak mulia. Akhlak mulia bukan hanya sekadar perilaku sopan, tetapi juga cerminan keimanan seseorang.

Siapakah Suri Tauladan Kita?

Allah Ta’ala berfirman mengenai sosok yang perlu dijadikan teladan dalam mengamalkan akhlak mulia,

لَقَدۡ کَانَ لَکُمۡ فِیۡ رَسُوۡلِ اللّٰہِ اُسۡوَۃٌ حَسَنَۃٌ لِّمَنۡ کَانَ یَرۡجُوا اللّٰہَ وَالۡیَوۡمَ الۡاٰخِرَ وَذَکَرَ اللّٰہَ کَثِیۡرًا ﴿ؕ۲۲﴾

Sungguh bagi kamu dalam diri Rasulullah terdapat suri teladan yang terbaik untuk orang yang mengharapkan bertemu dengan Allah dan Hari Akhir, dan yang banyak meng-ingat Allah. (QS Al-Ahzâb [33]:22 dengan basmallah dihitung sebagai ayat pertama)

Tujuan Diutusnya Rasulullah (saw)

Salah satu tujuan diutusnya Rasulullah (saw) adalah untuk menyempurnakan akhlak. Beliau (saw) bersabda,

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” [1]

Bagaimana Akhlak Rasulullah (saw)

Diriwayatkan bahwa Saad (ra) bertanya kepada Hadhrat Aisyah (ra), “Wahai Ummul mukminin, beritahukanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah (saw)!.’ ‘Aisyah menjawab; “Bukankah engkau telah membaca Alquran?” Aku menjawab; “Benar,” Aisyah berkata; “Akhlak Nabi (saw) adalah Al-Quran.” [2]

Mengapa Akhlak Mulia Penting di Bulan Ramadan?

Rasulullah (saw) memberikan nasehat agar menjaga tingkah-laku, perbuatan dan akhlak kita agar amal puasa kita diterima. Beliau (saw) bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ بِأَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan Zur (dusta) dan perbuatan Zur (maksiat) maka Allah tidak membutuhkannya walaupun telah meninggalkan makan dan minumnya (tidak menerima amal puasanya)” [3]

Beliau (saw) juga bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ وَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ

“Puasa itu benteng, maka (orang yang melaksanakannya) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula berbuat bodoh. Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah aku sedang shaum (beliau mengulang ucapannya dua kali). [4]

Beberapa Keutamaan Akhlak Mulia

Beberapa diantara keutamaan akhlak mulai diantaranya:

Akhlak Mulia Mendekatkan Kita dengan Rasulullah (saw) di Hari Kiamat

Rasulullah (saw) bersabda,

“Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang akhlaknya paling bagus…” [5]

Akhlak Mulia Paling Berat Timbangannya di Hari Kiamat

Rasulullah (saw) bersabda,

“Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan amal selain akhlak yang baik.” [6]

Dengan Akhlak Mulia, Bisa Mendapatkan Derajat Ahli Shalat dan Ahli Puasa

Rasulullah (saw) bersabda,

“Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan kedudukan ahli puasa dan shalat dengan ahlak baiknya.” [7]

Akhlak Mulia Paling Banyak Memasukkan Orang ke Surga

Diriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, maka beliau (saw) pun menjawab: “Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.” [8]

Rasulullah (saw) bersabda,

“Maukah kalian aku beritahu orang yang haram bagi neraka atau orang yang diharamkan bagi neraka; semua kerabat yang mudah lagi gampang.” [9]

“Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurau, Dan aku juga menjamin rumah di syurga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik.” [10]

Akhlak Mulia Menjadikan Menjadi Pribadi Terbaik

Rasulullah (saw) bersabda,

“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling mulia akhlaknya.” [11]

dalam riwayat lain Rasulullah (saw) bersabda,

“Kaum mukminin yang paling baik imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” [12]

Hal-hal Lainnya Berkenaan dengan Akhlak

Malu Adalah Akhlak dalam Islam

Rasulullah (saw) bersabda,

“Sesungguhnya setiap agama itu memliki etika, sedangkan akhlak (etika) Islam adalah rasa malu.” [13]

Perbedaan Kebaikan dan Dosa

Rasulullah (saw) bersabda,

“Kebajikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan dalam jiwamu dan kau tidak mau orang-orang mengetahuinya.” [14]

Menjadikan Tetangga Merasa Aman

Rasulullah (saw) bersabda,

“Tidak akan masuk surga, orang yang mana tetangganya tidak aman dari bahayanya.” [15]

Cara Menjadi Pribadi Terbaik

Rasulullah (saw) bersabda,

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap para istrinya.” [16]

“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah seorang yang terbaik terhadap temannya. Dan tetangga yang paling terbaik di sisi Allah adalah seorang yang paling baik baik terhadap tetangganya.” [17]

“Seorang muslim (yang sejati) adalah orang yang mana kaum muslimin lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya.” [18]

“… Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik dalam membayar (utang atau pinjaman).” [19]

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” [20]

“Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” [21]

Ditanyakan kepada Rasulullah (saw); “Manusia bagaimanakah yang paling mulia?” Beliau menjawab: “Semua (orang) yang hatinya bersedih dan lisan (ucapannya) benar.” Mereka berkata; “Perkataannya yang benar telah kami ketahui, lantas apakah maksud dari hati yang bersedih?” Beliau bersabda: “Hati yang bertakwa dan bersih, tidak ada kedurhakaan dan kelaliman padanya, serta kedengkian dan hasad.” [22]

Diriwayatkan beberapa sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kebaikan yang paling baik di berikan kepada seorang hamba?” beliau menjawab: “Akhlak yang mulia.” [23]

Catatan Kaki

  1. Hadits Muwatta Malik, Kitab Menyempurnakan Akhlak 

  2. Hadits Shahih Muslim, Kitab Shalatnya musafir dan penjelasan tentang qashar, Bab Shalat malam; orang yang meninggalkannya karena tidur atau sakit 

  3. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Puasa, Bab Larangan keras “GHIBAH” bagi pelaku puasa 

  4. Hadits Shahih Al-Bukhari, Kitab Puasa, Bab Keutamaan puasa 

  5. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Berbakti dan menyambung silaturrahim, Bab Akhlak mulia 

  6. Hadits Sunan Abu Dawud, Kitab Adab, Bab Akhlak yang baik 

  7. Hadits Sunan Abu Dawud, Kitab Adab, Bab Akhlak yang baik 

  8. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Berbakti dan menyambung silaturrahim, Bab Berbuat baik 

  9. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Sifat qiamat, penggugah hati dan wara’, Bab Lain-lain 

  10. Hadits Sunan Abu Dawud, Kitab Adab, Bab Akhlak yang baik 

  11. Hadits Shahih Al-Bukhari, Kitab Adab, Bab Berbuat baik, dermawan dan dibencinya kebakhilan 

  12. Hadits Sunan Abu Dawud, Kitab Sunnah, Bab Dalil bahwa iman bertambah dan berkurang 

  13. Hadits Sunan Ibnu Majah, Kitab Zuhud, Bab Malu 

  14. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Zuhud, Bab Kebaikan dan dosa 

  15. Hadits Shahih Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan tentang haramnya menyakiti tetangga 

  16. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Penyusuan, Bab Hak isteri atas suami 

  17. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Berbakti dan menyambung silaturrahim, Bab Hak tetangga 

  18. Hadits Shahih Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan tentang keutamaan-keutamaan Islam dan apa saja dari perkara-perkaranya yang utama 

  19. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Jual beli, Bab Qardh (mengelola) unta, atau hewan lainnya 

  20. Hadits Riwayat Ath-Thabrany, Kitab Mu’jamul Awsath 5787 

  21. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Berbakti dan menyambung silaturrahim, Bab Interaksi sosial 

  22. Hadits Sunan Ibnu Majah, Kitab Zuhud, Bab Wara’ dan taqwa 

  23. Hadits Sunan Ibnu Majah, Kitab Pengobatan, Bab Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Allah juga menurunkan obatnya