Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Selain sebagai bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala, sedekah juga memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi sesama. Namun, dalam melaksanakan sedekah, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sedekah yang kita berikan diterima oleh Allah Ta’ala dan memberikan manfaat yang maksimal.

Berikan yang Terbaik

Ketika bersedekah, usahakan untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Jangan memberikan sisa-sisa harta atau barang yang sudah tidak layak pakai. Allah SWT mencintai orang-orang yang memberikan yang terbaik dalam sedekahnya.

Allah Ta’ala berfirman,

لَنۡ تَنَالُوا الۡبِرَّ حَتّٰی تُنۡفِقُوۡا مِمَّا تُحِبُّوۡنَ ۬ؕ وَمَا تُنۡفِقُوۡا مِنۡ شَیۡءٍ فَاِنَّ اللّٰہَ بِہٖ عَلِیۡمٌ ﴿۹۳﴾

Kamu tidak akan pernah mencapai kebaikan sempurna, hingga kamu menginfakkan sebagian dari apa yang paling kamu cintai, dan apa pun yang kamu infakkan di jalan Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentang itu. (QS Ali ‘Imran [3]: 93)

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَنۡفِقُوۡا مِنۡ طَیِّبٰتِ مَا کَسَبۡتُمۡ وَمِمَّاۤ اَخۡرَجۡنَا لَکُمۡ مِّنَ الۡاَرۡضِ ۪ وَلَا تَیَمَّمُوا الۡخَبِیۡثَ مِنۡہُ تُنۡفِقُوۡنَ وَلَسۡتُمۡ بِاٰخِذِیۡہِ اِلَّاۤ اَنۡ تُغۡمِضُوۡا فِیۡہِ ؕ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰہَ غَنِیٌّ حَمِیۡدٌ ﴿۲۶۸﴾

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah barang-barang baik yang kamu usahakan dan apa-apa yang Kami keluarkan dari bumi bagimu, dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk darinya lalu kamu membelanjakannya di jalan Allah, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata terhadapnya, dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji. (QS Al-Baqarah [2]:268)

Sedekah Boleh Disembunyikan, Boleh Juga Dizahirkan

Allah Ta’ala berfirman,

اِنۡ تُبۡدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا ہِیَ ۚ وَاِنۡ تُخۡفُوۡہَا وَتُؤۡتُوۡہَا الۡفُقَرَآءَ فَہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ؕ وَیُکَفِّرُ عَنۡکُمۡ مِّنۡ سَیِّاٰتِکُمۡ ؕ وَاللّٰہُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِیۡرٌ ﴿۲۷۲﴾

Jika kamu bersedekah secara terang-terangan, maka hal itu baik. Tetapi jika kamu menyembunyikannya dan kamu memberikannya kepada orang-orang fakir, hal itu lebih baik bagimu, dan Allah akan menghapuskan darimu sebagian kesalahanmu, dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Baqarah [2]:272)

Jangan Menghilangkan Ganjaran Sedekah dengan menyebut-nyebutnya, Menyakiti Penerimanya dan Riya

Allah Ta’ala berfirman,

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تُبۡطِلُوۡا صَدَقٰتِکُمۡ بِالۡمَنِّ وَالۡاَذٰی ۙ کَالَّذِیۡ یُنۡفِقُ مَالَہٗ رِئَآءَ النَّاسِ وَلَا یُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَالۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِ ؕ فَمَثَلُہٗ کَمَثَلِ صَفۡوَانٍ عَلَیۡہِ تُرَابٌ فَاَصَابَہٗ وَابِلٌ فَتَرَکَہٗ صَلۡدًا ؕ لَا یَقۡدِرُوۡنَ عَلٰی شَیۡءٍ مِّمَّا کَسَبُوۡا ؕ وَاللّٰہُ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الۡکٰفِرِیۡنَ ﴿۲۶۵﴾

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan sedekah-sedekahmu sia-sia dengan menyebut-nyebut jasa baik dan menyakiti, seperti orang yang membelanjakan hartanya untuk dilihat manusia, sedangkan ia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Maka keadaannya seperti batu licin yang atasnya tertutup tanah, lalu hujan lebat menimpanya dan menjadikannya bersih-licin. Mereka tidak akan memperoleh sesuatu dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir (QS Al-Baqarah [2]:265)

Riya adalah perbuatan memperlihatkan atau memamerkan sesuatu, baik itu berupa amal ibadah, kebaikan, atau harta kekayaan, dengan tujuan agar dilihat dan dipuji oleh orang lain. Riya termasuk dalam perbuatan tercela dan sangat dibenci oleh Allah Ta’ala.

Sedekah Tidak Diterima dari Barang yang Haram

Jangan bersedekah dengan harta atau barang yang haram, seperti hasil curian, korupsi, atau barang-barang yang tidak halal lainnya. Sedekah yang diberikan dari harta yang haram tidak akan diterima oleh Allah SWT. Rasulullah (saw) memberikan petunjuk,

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula.” [1]

Rasulullah (saw) juga pernah menyampaikan,

“Allah Azza wa Jalla tidak menerima sedekah dari harta ghulul.” [2]

Ghulul adalah istilah yang merujuk pada perbuatan curang atau pengkhianatan, terutama terkait dengan harta rampasan perang atau harta publik. Secara sederhana, ghulul dapat diartikan sebagai tindakan mengambil sesuatu yang bukan haknya secara tidak sah dan tersembunyi.

Sedekah Melindungi diri dari Api Neraka

Rasulullah (saw) bersabda,

“Jagalah diri kalian dari neraka sekalipun hanya dengan setengah biji kurma, siapa yang tak mendapatkannya, ucapkanlah yang baik.” [3]

Tidak Menunda-nunda Sedekah

Diriwayatkan,

“Seorang laki-laki datang kepada Nabi (saw) dan berkata,: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?”. Beliau menjawab: “Kamu bersedekah ketika kamu dalam keadaan sehat dan kikir, takut menjadi faqir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga tiba ketika nyawamu berada di tenggorakanmu. [4]

Catatan Kaki