Allah Ta’ala berfirman,

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا کُتِبَ عَلَیۡکُمُ الصِّیَامُ کَمَا کُتِبَ عَلَی الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّکُمۡ تَتَّقُوۡنَ ﴿۱۸۴﴾ۙ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelummu, supaya kamu terpelihara dari segala keburukan. (QS Al Baqarah 2:184 dengan basmallah sebagai ayat pertama)

Puasa Ramadan adalah ibadah yang agung. Selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, terdapat beberapa amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadan. Amalan-amalan sunah berfungsi sebagai penyempurna dari amalan-amalan wajib kita sehingga derajat ketakwaan bisa diraih. Rasulullah (saw) pernah bersabda mengutip firman Allah Ta’ala,

“Periksalah, apakah hamba-Ku mempunyai ibadah sunah yang bisa menyempurnakan ibadah wajibnya yang kurang?” lalu setiap amal akan diperlakukan seperti itu.” [1]

Berikut adalah beberapa amalan-amalan sunah ketika melaksanakan puasa: 

1. Makan Sahur

Sahur adalah makan sebelum fajar. Meskipun bukan merupakan syarat sahnya puasa, sahur sangat dianjurkan karena dapat memberikan energi dan kekuatan bagi orang yang berpuasa. Waktu sahur yang paling utama adalah di akhir malam, sesaat sebelum masuk waktu subuh.

Diriwayatkan,

“Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian Beliau pergi untuk melakanakan shalat (Subuh)…” [2]

Satu waktu Rasulullah saw tidak mempunyai makanan untuk dimakan, tetapi beliau tetap melaksanakan puasa. Ini menandakan bahwa Puasa tanpa sahur bisa dilakukan dan hukum pelaksanaan sahur adalah sunah. Diriwayatkan dari Aisyah Ummul Mukminin (ra),

Pada suatu waktu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemui dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” kami menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” … [3]

2. Mengakhirkan Sahur

Salah satu sunah dalam puasa adalah mengakhirkan makan sahur, yaitu makan sahur mendekati waktu imsak atau batas akhir makan sahur. Diriwayatkan terjadi tanya jawab antar sahabat Nabi (saw),

“Berapa antara adzan (Subuh) dan sahur?”. Dia menjawab: “Sebanyak ukuran bacaan lima puluh ayat” [2]

3. Menyegerakan Berbuka

Ketika waktu berbuka telah tiba, disunahkan untuk segera berbuka dan tidak menunda-nundanya. Rasulullah (saw) bersabda,

“Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”. [4]

dalam riwayat lain,

“sebab orang-orang Yahudi mengakhirkannya” [5]

Dalam satu hadis qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

“Hambaku yang paling Aku sukai adalah dia yang selalu menyegerakan berbuka.” [6]

4. Berbuka dengan Kurma atau Air

Rasulullah (saw) menganjurkan untuk berbuka dengan kurma atau air. Jika tidak ada kurma, maka bisa berbuka dengan air. Diriwayatkan,

Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam selalu berbuka dengan kurma basah sebelum shalat, jika beliau tidak mendapatinya, maka (beliau berbuka) dengan kurma kering dan jika tidak mendapatkan kurma kering, beliau berbuka dengan meneguk air tiga kali. [7]

Terdapat juga riwayat,

Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam berbuka pada musim dingin dengan kurma dan pada musim panas dengan air. [7]

Terdapat catatan riwayat,

“Karena sesungguhnya ia (kurma itu) berberkah, jika tidak ada (kurma), maka berbukalah dengan minum air, karena sesungguhnya ia (air itu) thahur (suci lagi mensucikan).” [8]

5. Membaca Doa Berbuka Puasa

Terdapat beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ untuk dibaca saat berbuka puasa. Doa yang pernah diajarkan Rasulullah (saw) adalah:

5.1. Doa Berbuka Puasa 1

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu

Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rejeki-Mu aku berbuka [9]

5.2. Doa Berbuka Puasa 2

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

dzahabazh zhamaa`u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatil ajru in syaa-allaah

Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah [10]

5.3. Doa Berbuka Puasa 3

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

allahumma inni as`aluka birahmatikal latii wasi’at kulla syai’in an taghfira lii

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi setiap sesuatu, agar Engkau mengampuniku [11]

6. Memperbanyak Sedekah

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan menampilkan akhlak mulia di bulan ini.

Diriwayatkan oleh Hadhrat Ibnu ‘Abbas (ra) bahwa Rasulullah (saw) menjadi lebih dermawan di bulan Ramadan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan. Dan kelembutan Beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril alaihissalam datang menemui Beliau…” [12]

Selain itu diriwayatkan,

“…Apabila Jibril (as) datang menemui beliau (saw), maka beliau (saw) menjadi orang yang paling lembut dalam kebaikan (dermawan) melebihi lembutnya angin yang berhembus”. [12]

Rasulullah (saw) juga berbagi makanan untuk berbuka puasa. Beliau (saw) bersabda:

“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun” [13]

7. Menjaga Akhlak

Puasa berfungsi sebagai perisai yang melindungi seseorang dari perbuatan dosa dan maksiat. Dengan berpuasa, seseorang diharapkan mampu menahan diri dari segala perbuatan yang buruk dan meningkatkan akhlaknya. Rasulullah (saw) memberikan nasehat,

“Puasa itu benteng, maka (orang yang melaksanakannya) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula berbuat bodoh. Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah aku sedang melaksanakan puasa (beliau [saw] mengulang ucapannya dua kali)”[14]

8. Membaca Al-Qur’an

Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan ini adalah amalan yang sangat dianjurkan. Diriwayatkan,

“Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi (saw).” [12]

Dalam riwayat lain,

“Jibril biasa mengecek bacaan Al Quran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sekali pada setiap tahunnya. Namun pada tahun wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Jibril melakukannya dua kali…” [15]

9. Melaksanakan Shalat Tarawih

Shalat tarawih adalah shalat sunah yang dilakukan pada malam-malam bulan Ramadan. Shalat ini sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan. Rasulullah (saw) bersabda,

“Barangsiapa melaksanakan Qiyaamur-Ramadan (tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. [16] [17]

10. Melaksanakan I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. I’tikaf sangat dianjurkan di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Diriwayatkan,

“…Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf sepuluh hari pada setiap tahunnya. Sedangkan pada tahun wafatnya, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” [15]

Catatan Kaki

  1. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Shalat, Bab Shalat yang pertama kali dihisab 

  2. Hadits Shahih Al-Bukhari, Kitab Shaum, Berapa waktu antara sahur hingga shalat subuh  2

  3. Hadits Shahih Muslim, Kitab Puasa, Bab Bolehnya niat untuk puasa nafilan di siang hari 

  4. Hadits Shahih Al-Bukhari, Kitab Shaum, Bab Menyegerakan buka puasa 

  5. Hadits Sunan Ibnu Majah, Kitab Puasa, Bab Bersegera untuk berbuka 

  6. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Puasa, Bab Menyegerakan Berbuka 

  7. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Puasa, Bab Yang disunnnahkan untuk berbuka  2

  8. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Puasa, bab Yang disunnahkan untuk berbuka 

  9. Hadits Sunan Abu Dawud, Kitab Puasa, Bab Doa saat buka puasa 

  10. Hadits Sunan Abu Dawud, Kitab Puasa, Bab Doa saat buka puasa 

  11. Hadits Sunan Ibnu Majah, Kitab Puasa, Bab Orang yang berpuasa, doanya tidak ditolak 

  12. Hadits Shahih Al-Bukhari Kitab Shaum, Bab Di bulan ramadan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lebih banyak beramal kebaikan  2 3

  13. Hadits Jami’ At-Tirmidzi, Kitab Puasa, Bab Keutamaan memberi makan orang yang puasa 

  14. Hadits Shahih Al-Bukhari, Kitab Puasa, Bab Keutamaan puasa 

  15. Hadits Shahih Al-Bukhari, Kitab Keutamaan Al Quran, Bab Jibril membacakan Al-Qur’an kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam  2

  16. Hadits Shahih Al-Bukhari, Kitab Iman, Bab Menghidupkan ibadah-ibadah sunah Ramadan bagian iman 

  17. Hadits Shahih Muslim, Kitab Shalatnya musafir dan penjelasan tentang qashar, Bab Anjuran untuk shalat tarawih